back to top

Hapsoro Borong 3,45 Juta Saham SINI Harga Rights Issue

Emitentrust com – Pengendali PT Singaraja Putra Tbk (SINI), Hapsoro, kembali menambah kepemilikan saham di emiten tersebut. Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hapsoro membeli 3.452.500 saham SINI dengan harga Rp5.000 per saham, sehingga nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp17,26 miliar.

Transaksi pembelian dilakukan pada 23 Juli 2026 dengan tujuan investasi. Aksi korporasi tersebut membuat kepemilikan saham Hapsoro meningkat dari 43.290.000 saham menjadi 46.742.500 saham.

Dalam laporan tersebut, Hapsoro juga menegaskan statusnya sebagai pemegang saham pengendali Perseroan. Ia menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian atas PT Singaraja Putra Tbk setelah transaksi pembelian saham tersebut.

Pada perdagangan hari ini Senin (27/7) saham SINI naik 3,01 persen ke level Rp7.700.

Sebagai informasi,PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) dengan target menghimpun dana maksimal Rp3,6075 triliun. Perseroan menawarkan sebanyak 721,5 juta saham baru atau setara 60% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham.

Artikel Terkait

Pendapatan FUJI Drop 20%, Laba Tergerus 22% di Semester I-2026

PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) membukukan laba bersih sebesar Rp3,32 miliar pada semester I-2026, turun 22,25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,27 miliar.

HATM Catat Laba Anjlok 53%, Terseret Beban Operasional di Semester I

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) membukukan laba bersih sebesar Rp51,59 miliar pada semester I-2026, turun 53,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp109,88 miliar.

Mayoritas Sektor Memerah, IHSG Ditutup Turun 0,17%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (27/7/2026). IHSG terkoreksi 10,64 poin atau 0,17% ke level 6.185,78, terseret pelemahan mayoritas sektor meski saham-saham perbankan dan teknologi masih mampu menopang

Populer 7 Hari

Berita Terbaru