Emitentrust.com – PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) masih menunda pembagian dividen kepada para pemegang saham meski telah sekitar 16 bulan menyandang status sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menyatakan saldo laba ditahan (retained earnings) yang masih negatif menjadi faktor utama belum dapat merealisasikan pembagian dividen.
Director of Strategy FORE, Fahmi Rahmatullah, mengatakan Perseroan tetap berkomitmen memberikan dividen kepada pemegang saham. Namun, pembagian dividen baru dapat dilakukan setelah saldo laba ditahan berubah menjadi positif serta memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Komitmennya ada. Setelah retained earnings kami positif, pembagian dividen itu memungkinkan dilakukan. Tapi nanti tetap subject untuk RUPS. Karena hari ini retained earnings kami masih negatif, kami belum bisa melakukan pembagian dividen. Mudah-mudahan kalau semuanya berjalan lancar seperti sekarang, tahun depan sudah positif,” ujar Fahmi.
Saat melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) pada April 2025, FORE menyampaikan dalam prospektus bahwa Perseroan berkomitmen membagikan dividen tunai sedikitnya 40% dari laba bersih setelah pajak, dengan syarat seluruh ketentuan pembagian dividen telah terpenuhi, termasuk kondisi kesehatan keuangan perusahaan dan persetujuan RUPS.
Dari sisi kinerja, FORE membukukan hasil yang positif pada semester I-2026. Perseroan mencatatkan pendapatan sekitar Rp1 triliun, meningkat sekitar 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga tumbuh sekitar 34% menjadi Rp56,5 miliar, dibandingkan Rp42 miliar pada semester I-2025.
Di sisi lain, ekspansi bisnis mendorong kenaikan beban operasional menjadi Rp539,8 miliar, naik dari Rp364,7 miliar pada semester I-2025. Posisi kas dan setara kas juga turun menjadi Rp447 miliar per akhir Juni 2026 dibandingkan Rp546 miliar pada akhir Desember 2025.
Manajemen optimistis tren pertumbuhan bisnis yang terus berlanjut akan mendorong saldo laba ditahan menjadi positif sehingga membuka peluang bagi Perseroan untuk mulai merealisasikan pembagian dividen kepada pemegang saham, dengan target paling cepat pada tahun depan apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi.


