back to top

IHSG Ambruk 0,87% di Sesi I, 10 Sektor Berguguran

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan sesi pertama, Selasa (11/8/2026). Setelah sempat dibuka di zona hijau, IHSG berbalik melemah 55 poin atau 0,87% ke level 6.309,90 hingga akhir sesi I.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi 6.388 dan terendah 6.291, setelah dibuka di level 6.365. Tekanan jual terlihat cukup dominan dengan mayoritas saham bergerak di zona merah.

Hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut terseret pelemahan. Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,11%.

Sementara itu, sektor perindustrian menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 2,08%. Berikutnya sektor barang konsumen siklikal turun 1,50%, properti dan real estate melemah 1,13%, serta energi terkoreksi 1,08%.

Tekanan juga terjadi pada sektor keuangan yang turun 0,82%, barang konsumen primer melemah 0,65%, infrastruktur turun 0,65%, teknologi terkoreksi 0,61%, barang baku turun 0,35%, dan transportasi dan logistik melemah 0,27%.

Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 20,91 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp7,84 triliun. Sebanyak 466 saham melemah, hanya 160 saham menguat, sedangkan 162 saham stagnan.

Dari jajaran saham yang menguat, TKIM naik Rp350 menjadi Rp7.500 per saham. Kemudian SONA menguat Rp260 ke Rp2.860, sedangkan ALKA naik Rp210 menjadi Rp2.340 per saham.

Sebaliknya, DNET menjadi salah satu saham dengan penurunan nominal terbesar setelah turun Rp450 menjadi Rp9.550 per saham. MASB melemah Rp300 ke Rp3.100, sementara UNTR terkoreksi Rp275 menjadi Rp23.775 per saham.

Dari sisi aktivitas transaksi, GIAA menjadi saham paling aktif dengan frekuensi 62.958 kali senilai Rp196 miliar. Disusul DSSA sebanyak 38.525 kali transaksi senilai Rp439 miliar, serta BUMI dengan 29.423 kali transaksi senilai Rp345 miliar.

Pada indeks LQ45, Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi top loser dengan penurunan 3,38% ke Rp458 per saham. Berikutnya Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 2,77% ke Rp1.580, serta Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 2,67% ke Rp182.

Di sisi lain, Indosat Tbk (ISAT) menjadi top gainer LQ45 setelah naik 3,33% ke Rp2.170. Kemudian Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 2,55% ke Rp805, sedangkan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 1,79% ke Rp8.525 per saham.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Rontok 1,53%! DEWA, HRTA, MAPI Terjun di LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dan mengakhiri perdagangan Selasa (11/8/2026) di zona merah. IHSG ditutup anjlok 97,49 poin atau 1,53% ke level 6.267,88, melanjutkan pelemahan setelah pada sesi pertama sebelumnya sudah terkoreksi 0,87%.

Sahamnya Melonjak Hingga Disuspensi, Manajemen TRUK Angkat Tangan

PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) akhirnya buka suara terkait pergerakan sahamnya yang mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham TRUK di seluruh pasar mulai sesi I

WINR Ungkap Tambah Saham Anak Usaha, Bidik Marketing Sales Rp880M

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menyampaikan memperkuat portofolio bisnis propertinya dengan meningkatkan kepemilikan saham pada entitas anak, PT Pemenang Yabes Properti yang kini telah berganti nama menjadi PT Pemenang Nusantara Jaya

Populer 7 Hari

Berita Terbaru