back to top

Pengendali Baru IATA Eksekusi 3,08 Miliar Saham, Kepemilikan Tembus 60,35%

Emitentrust.com – Karya Pacific Investama selaku pengendali baru meningkatkan kepemilikannya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) hingga menembus 60,35%, setelah melakukan pembelian tidak langsung sebanyak lebih dari 3 miliar saham perseroan.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan pada 11 Agustus 2026, Karya Pacific Investama tercatat melakukan dua transaksi pembelian saham IATA dengan total 3.080.669.500 saham.

Transaksi pertama dilakukan pada 28 Juli 2026 sebanyak 1.563.791.500 saham pada harga Rp60 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp93,83 miliar.

Selanjutnya, pada 6 Agustus 2026, Karya Pacific Investama kembali membeli sebanyak 1.516.878.000 saham IATA dengan harga Rp90 per saham. Nilai transaksi kedua mencapai sekitar Rp136,52 miliar.

Jika digabungkan, total nilai kedua transaksi tersebut mencapai sekitar Rp230,35 miliar, dengan total saham yang dibeli sebanyak 3,08 miliar saham.

Aksi pembelian tersebut dilakukan dengan tujuan investasi dan berstatus sebagai pembelian tidak langsung.

Setelah rangkaian transaksi tersebut, jumlah saham IATA yang dimiliki Karya Pacific Investama meningkat dari sebelumnya 15.794.294.800 saham atau setara 50,50% hak suara menjadi 18.874.964.300 saham atau setara 60,35% hak suara.

Artinya, Karya Pacific Investama menambah porsi kepemilikan sekitar 9,85 poin persentase.

Dalam laporan tersebut, Karya Pacific Investama juga tercatat sebagai pengendali IATA. Pemegang saham tersebut menyatakan akan tetap mempertahankan pengendalian atas perseroan.

Menariknya, transaksi dilakukan pada dua tingkat harga berbeda. Pada 28 Juli 2026, saham IATA dibeli di harga Rp60 per saham, sedangkan pembelian pada 6 Agustus 2026 dilakukan pada harga Rp90 per saham.

Dengan tambahan lebih dari 3 miliar saham tersebut, posisi Karya Pacific Investama semakin dominan di struktur kepemilikan IATA, dengan porsi saham kini telah melewati 60%.

Pada perdagangan hari ini Selasa (11/8) saham IATA turun 2,33 persen ke level Rp126 per lembar.

Perlu diketahui PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) selaku pengendali baru mengganti nama dan logo dari sebelumnya PT MNC Energy Investments Tbk.

Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto, mengatakan perubahan logo merupakan tindak lanjut atas perubahan nama Perseroan yang telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026. Menurutnya, identitas visual baru mencerminkan visi dan arah strategis Perseroan dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan menegaskan perubahan identitas visual tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun komitmen kepada pelanggan, mitra usaha, investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya. Logo baru akan diterapkan secara bertahap pada seluruh media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, serta aset korporasi Perseroan.

Dari sisi operasional, IATA saat ini mengelola tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah beroperasi, yakni PT Putra Muba Coal (PMC), PT Arthaco Prima Energy (APE), dan PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE). Ketiga konsesi tersebut memiliki total sumber daya batu bara sekitar 598,23 juta metrik ton (MT) dengan cadangan sebesar 287,83 juta MT.

Perseroan juga menyampaikan masih menunggu hasil evaluasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Sambil menunggu persetujuan tersebut, kegiatan operasional tetap berjalan sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan.

Di bawah ekosistem Karya Pacific Group, IATA memperoleh dukungan infrastruktur dan operasional yang terintegrasi, mulai dari coal loading port/jetty, hauling road, weigh bridge, jasa kontraktor pertambangan, hingga armada alat berat seperti dump truck, bulldozer, wheel loader, motor grader, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Manajemen meyakini sinergi tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat efisiensi operasional Perseroan dalam jangka panjang.

Artikel Terkait

Adhi Commuter Properti (ADCP) Dapat Kelonggaran, Pembayaran Kupon Obligasi Ditunda hingga 2027

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mendapatkan kelonggaran dari pemegang Obligasi II Adhi Commuter Properti Tahun 2022 Seri B untuk menunda pembayaran kupon hingga jatuh tempo pokok pada Mei 2027.

Prajogo Pangestu Angkut Puluhan Juta Saham CUAN di Harga Rp680-740, Totalnya Rp36,6M

Prajogo Pangestu selaku pengendali di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kembali menambah kepemilikannyam pada 11 Agustus 2026.

EMAS Siapkan Rp9T untuk 3 Entitas Grup, Ini Rencana Besarnya

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyiapkan total komitmen pendanaan hingga Rp9 triliun melalui serangkaian transaksi dengan 3 entitas dalam grupnya. Pendanaan tersebut diberikan secara bertahap dan nantinya akan dikonversi menjadi saham

Populer 7 Hari

Berita Terbaru