back to top

Anjlok 95%!, Laba TRIN Sisa Rp400 Juta di Kuartal I-2026

Emitentrust.com – PT Perintis Triniti Properti Tbk mencatatkan kinerja yang tertekan pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp404,48 juta, anjlok sekitar 95,5% dibandingkan Rp9,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tajam laba ini terjadi seiring dengan merosotnya kinerja top line. Pendapatan perusahaan hanya mencapai Rp5,41 miliar, turun drastis sekitar 96,1% dari Rp140,23 miliar pada kuartal I-2025.

Dari sisi operasional, beban umum dan administrasi yang masih tinggi serta tekanan pada segmen penjualan properti menjadi faktor utama penyusutan laba. Meski demikian, perseroan masih mencatatkan laba operasional sebesar Rp2,91 miliar, didukung oleh kontribusi pendapatan lain-lain.

Kinerja keuangan juga menunjukkan tekanan dari sisi arus kas. Aktivitas operasi mencatatkan arus kas negatif Rp26,53 miliar, berbanding terbalik dengan posisi positif pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp2,13 triliun per Maret 2026, dibandingkan Rp2,09 triliun pada akhir 2025. Kenaikan ini terutama ditopang oleh aset real estat yang masih mendominasi portofolio.

Di sisi lain, total liabilitas tercatat sebesar Rp1,60 triliun, sedangkan ekuitas berada di level Rp526,27 miliar.

Artikel Terkait

WINR Kembali Dilepas 10 Juta Saham di FCA

Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), PT Pemenang Nusantara Internasional, tercatat melakukan aksi divestasi dengan melepas 10 juta saham perseroan pada 8 Juni 2026.

Jasa Berdikari (LAJU) Sahkan Dividen Rp0,1488 per Saham, Pembayaran 9 Juli 2026

PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) resmi menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp319,91 juta.

Merdeka Battery (MBMA) Umumkan Buyback Saham Rp1,46T Mulai Besok

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp1,462 triliun di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru