Emitentrust.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyepakati pembagian dividen jumbo senilai Rp44,47 triliun atau setara 79% dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (29/4/2026).
Dividen tersebut berasal dari laba bersih konsolidasi 2025 sebesar Rp56,3 triliun. Dari total itu, sekitar Rp9,3 triliun telah lebih dulu dibagikan sebagai dividen interim pada Januari 2026.
Sementara sisanya akan didistribusikan kepada pemegang saham setelah RUPST. Secara keseluruhan, dividen per saham (DPS) mencapai Rp476,95, meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Dengan harga saham penutupan Rp4.430 per saham saat RUPST, dividend yield Bank Mandiri tercatat sekitar 10,77%, termasuk yang tertinggi di sektor perbankan nasional.
Selain dividen, RUPST juga menyetujui aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp1,17 triliun yang akan dilaksanakan hingga 12 bulan ke depan. Saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen.
Rapat juga merombak susunan pengurus, termasuk pemberhentian Komisaris Muhammad Yusuf Ateh serta penunjukan kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations. Struktur baru diharapkan mampu memperkuat akselerasi bisnis ke depan.
Keputusan strategis ini ditopang kinerja keuangan yang tetap kuat. Hingga kuartal I-2026, Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp15,4 triliun, tumbuh 16,6% YoY, dengan Return on Equity (ROE) mencapai 22,1% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 19,7%.


