back to top

Bank of Singapore Cabut dari Saham BACA, Kenapa?

EmTrust- emegang saham asing Bank of Singapore Limited resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) pada 24 Desember 2025.

Sebelum transaksi, Bank of Singapore Limited tercatat menggenggam 2,8 miliar lembar saham BACA pada harga Rp100 perlembar, setara dengan 14,03% hak suara.

” Seluruh saham tersebut dialihkan kepada GIA Ventures Pte Ltd melalui mekanisme transfer out (free of payment), ” jelas manajemen.

Dengan transaksi ini, kepemilikan Bank of Singapore Limited di BACA menjadi nol persen, sekaligus menandai keluarnya investor asing tersebut secara total dari Bank Capital Indonesia.

Dalam laporan kepemilikan saham dijelaskan bahwa transaksi dilakukan secara tidak langsung dan tanpa pembayaran tunai, sehingga tidak menimbulkan nilai transaksi finansial. Bank of Singapore Limited juga menegaskan bahwa pihaknya bukan pengendali dan tidak mempertahankan pengendalian atas Perseroan.

Manajemen menyatakan bahwa seluruh data dan informasi dalam laporan tersebut telah disampaikan sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 dan menjadi tanggung jawab penuh pelapor.

Pada perdagangan Selasa (30/12), saham BACA turun 7,4 persen ke level Rp232 per saham. Dalam sepekan naik 29 persen dari harga Rp226 pada 22 Desember 2025. Dalam sebulan terbang 49 persen dari harga Rp155 pada 1 Desember 2025.

Dalam enam bulan terbang 74 persen dari harga Rp130 pada 30 Juni 2025. Secara tahunan (YTD) melejit 77 persen dari harga Rp131 pada awal Januari 2025.

Artikel Terkait

Grab Ungkap Perkuat Komitmen Superbank (SUPA) Pasca Jadi Pemegang Saham Mayoritas

Emitentrust.com - Grab resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang...

Bakrie Kalila Serap Private Placement ENRG Harga Rp1.550 per Lembar

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan sebanyak 218,31

16 Emiten Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Ada Yield Tembus 12,5%

Sebanyak 16 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum dividen sepanjang 8 hingga 12 Juni 2026. Momentum ini menjadi kesempatan bagi investor untuk mengamankan pendapatan pasif

Populer 7 Hari

Berita Terbaru