back to top

KSEI Buka Data: Dividen Bank Rp80T Mengalir di 2025

EmTrust – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkapkan bahwa sektor perbankan menjadi penyumbang dividen terbesar di pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyampaikan bahwa sepanjang 2025, sektor perbankan telah mendistribusikan dividen mencapai Rp80,34 triliun, jauh melampaui sektor lainnya.

“Selama 2025, sektor financial atau perbankan itu mendistribusikan dividen sebesar Rp80,3 triliun. Kemudian sektor energi, di bawahnya ada sektor energy–coal production sebesar Rp27 triliun,” ujar Samsul dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa.

Di posisi kedua, sektor energi dan batu bara mencatatkan pembagian dividen sebesar Rp27 triliun. Sementara itu, sektor infrastruktur dan layanan telekomunikasi terintegrasi menyumbang dividen sebesar Rp20,18 triliun sepanjang tahun ini.

Adapun perusahaan industri dan holding multi sektor membagikan dividen senilai Rp10,48 triliun, disusul sektor infrastruktur dan layanan telekomunikasi nirkabel yang menyalurkan dividen sebesar Rp10,46 triliun.

Selain itu, Samsul mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, KSEI telah mendistribusikan nilai tindakan korporasi mencapai Rp491 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp469 triliun. Total aksi korporasi yang tercatat mencapai 7.610 tindakan korporasi.

Artikel Terkait

Dirut Emiten TP Rachmat (TAPG) Mulai Jual Saham di Harga Rp1.580

Presiden Direktur PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), George Oetomo, mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di emiten sawit milik TP Rachmat melalui transaksi penjualan yang dilakukan pada 17 Juli 2026.

FORU Siapkan Rights Issue Rp27,1T, Ubah Arah Bisnis ke Tambang

PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) berencana melakukan transformasi bisnis besar-besaran melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), atau rights issue, perubahan kegiatan usaha, serta transaksi material dan afiliasi.

BEI Ingatkan COCO-R Hanya Diperdagangkan Sampai 21 Juli 2026

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor bahwa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) dengan kode COCO-R akan segera berakhir masa perdagangannya.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru