Garuda (GIAA) Siapkan Rights Issue 124 Miliar Saham, Danantara Setor GMFI

Garuda (GIAA) Siapkan Rights Issue 124 Miliar Saham, Danantara Setor GMFI
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 124,35 miliar saham baru.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 124,35 miliar saham baru.

Rencana tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Rancangan Restrukturisasi Penyehatan Keuangan Garuda Indonesia 2025-2029 yang telah mendapatkan persetujuan Menteri BUMN pada Juni 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, GIAA berencana menerbitkan maksimal 124.352.806.609 saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Dengan jumlah maksimal tersebut, nilai nominal saham baru yang akan diterbitkan mencapai sekitar Rp3,11 triliun.

Namun, jumlah saham tersebut masih merupakan perkiraan maksimal. Kepastian jumlah saham yang diterbitkan serta harga pelaksanaan PMHMETD III akan ditetapkan dan diumumkan kemudian melalui prospektus.

Dalam aksi korporasi tersebut, PT Danantara Asset Management (DAM) bermaksud menggunakan HMETD yang dimilikinya dengan melakukan penyetoran modal dalam bentuk selain uang atau inbreng berupa saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Saham GMFI yang akan menjadi objek penyetoran mencapai 82.100.173.900 saham Seri B, yang mewakili sekitar 65,77% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor GMFI.

Dengan demikian, alih-alih menyetor dana tunai, DAM akan menggunakan saham GMFI sebagai bentuk penyetoran modal dalam pelaksanaan HMETD yang diperolehnya dalam PMHMETD III Garuda Indonesia.

Sementara itu, pemegang HMETD lainnya dapat melaksanakan haknya melalui penyetoran secara tunai sesuai dengan ketentuan PMHMETD III.

Garuda menjelaskan bahwa rencana PMHMETD III merupakan kelanjutan dari rangkaian restrukturisasi dan penyehatan keuangan Perseroan.

Sebelumnya, terdapat inbreng lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada GMFI. Sebagai implikasinya, kepemilikan langsung Garuda Indonesia di GMFI mengalami dilusi sehingga API menjadi pemegang saham mayoritas GMFI.

Meski demikian, Garuda menyatakan tetap menjadi pemegang saham pengendali GMFI berdasarkan perjanjian yang telah disepakati.

Selanjutnya, saham GMFI yang dimiliki API akan dialihkan kepada InJourney dan kemudian kepada DAM melalui pembagian dividen dalam bentuk selain uang atau dividend in specie, dengan tetap memperhatikan persetujuan korporasi dan ketentuan hukum yang berlaku.

Garuda belum menetapkan harga pelaksanaan PMHMETD III. Harga tersebut akan ditentukan dan diumumkan dalam prospektus dengan memperhatikan ketentuan pasar modal yang berlaku.

Perseroan juga telah memperoleh laporan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk melakukan penilaian atas saham GMFI serta kewajaran transaksi penyetoran modal dalam bentuk selain uang tersebut.

Garuda menyebut rencana inbreng merupakan transaksi afiliasi dengan DAM. Namun, karena PMHMETD III dilakukan melalui penawaran umum dan merupakan bagian dari rangkaian restrukturisasi Perseroan, pelaksanaannya mengikuti ketentuan yang berlaku untuk PMHMETD.

Untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, Garuda akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada Jumat, 6 November 2026 pukul 14.00 WIB hingga selesai.