Pacific Strategic (APIC) Berbalik Rugi Rp71,5M di Semester I

Pacific Strategic (APIC) Berbalik Rugi Rp71,5M di Semester I
PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) membukukan rugi bersih Rp71,52 miliar pada semester I-2026. Kondisi tersebut berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika perseroan masih mencatat laba bersih Rp16,76 miliar.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) membukukan rugi bersih Rp71,52 miliar pada semester I-2026. Kondisi tersebut berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika perseroan masih mencatat laba bersih Rp16,76 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, perubahan dari laba menjadi rugi tersebut berarti kinerja laba bersih perseroan berbalik negatif sebesar sekitar Rp88,28 miliar secara tahunan.

Di tengah tekanan tersebut, pendapatan neto Pacific Strategic Financial justru meningkat 2,06% menjadi Rp1,01 triliun, dari sebelumnya Rp990,42 miliar pada semester I-2025.

Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp784,67 miliar, naik sekitar 3,87% dari Rp755,44 miliar. Pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek juga meningkat 51,03% menjadi Rp35,80 miliar dari Rp23,71 miliar.

Selain itu, pendapatan kegiatan manajer investasi melonjak sekitar 70,45% menjadi Rp31,95 miliar dari Rp18,75 miliar. Perseroan juga mulai mencatat pendapatan bunga anjak piutang sebesar Rp12,98 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya belum tercatat pendapatan dari pos tersebut.

Namun, sejumlah pos pendapatan mengalami penurunan. Hasil investasi turun 18,60% menjadi Rp133,68 miliar dari Rp164,21 miliar. Pendapatan pembiayaan sale and lease back juga merosot 51,77% menjadi Rp7,59 miliar, sementara pendapatan pembiayaan konsumen anjlok 81,84% menjadi Rp1,80 miliar.

Di sisi beban, total beban usaha Pacific Strategic Financial meningkat 7,03% menjadi Rp1,05 triliun, dari Rp982,37 miliar pada semester I-2025.

Beban jasa asuransi menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp962,06 miliar, naik sekitar 6,61% dibandingkan Rp902,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan beban tersebut membuat perseroan berbalik dari laba usaha Rp8,05 miliar menjadi rugi usaha Rp40,66 miliar pada semester I-2026.

Tekanan juga berlanjut pada pos pendapatan dan beban lain-lain. Perseroan mencatat beban lain-lain neto Rp29,42 miliar, berbalik dari pendapatan lain-lain neto Rp13,45 miliar pada semester I-2025.

Alhasil, Pacific Strategic Financial membukukan rugi sebelum pajak Rp70,08 miliar, berbanding terbalik dengan laba sebelum pajak Rp21,50 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Setelah memperhitungkan pajak penghasilan, rugi neto periode berjalan tercatat Rp71,52 miliar. Dari jumlah tersebut, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp74,13 miliar, sedangkan kepentingan nonpengendali mencatat laba Rp2,61 miliar.

Meski mencatat rugi bersih, perseroan masih membukukan penghasilan komprehensif lain Rp257,35 miliar. Alhasil, total penghasilan komprehensif periode berjalan mencapai Rp185,83 miliar, turun 43,22% dibandingkan Rp327,43 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi neraca, total aset Pacific Strategic Financial per 30 Juni 2026 mencapai Rp8,85 triliun, naik 3,85% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp8,52 triliun. Total liabilitas turun 5,91% menjadi Rp4,99 triliun, sementara total ekuitas meningkat 19,99% menjadi Rp3,86 triliun.

Pada perdagangan hari ini Kamis (1/10) saham APIC turun 1,49 persen  ke level Rp396.