MEJA Mulai Matangkan Akuisisi Perusahaan Batu Bara

MEJA Mulai Matangkan Akuisisi Perusahaan Batu Bara
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai mematangkan rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa. Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan (KJPP DAZ & Rekan) untuk melakukan sejumlah kajian independen.
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai mematangkan rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa. Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dedy, Arifin, Nazir dan Rekan (KJPP DAZ & Rekan) untuk melakukan sejumlah kajian independen.

Penunjukan KJPP tersebut dilakukan pada 29 September 2026 dan menjadi bagian dari persiapan aksi korporasi MEJA, termasuk rencana akuisisi Trimata Coal Perkasa serta penambahan bidang usaha Perseroan.

Manajemen MEJA pada Kamis (1/10) menyebut penunjukan penilai independen dilakukan untuk mendukung proses penilaian bisnis, penyusunan opini kewajaran (fairness opinion), serta studi kelayakan.

Penilaian bisnis akan digunakan untuk memperoleh opini mengenai nilai wajar objek penilaian yang berkaitan dengan rencana akuisisi Trimata Coal Perkasa. Proses tersebut mencakup pengumpulan dan analisis data, wawancara terkait kondisi dan kegiatan operasional, analisis perusahaan pembanding, serta penerapan pendekatan dan metode penilaian yang relevan.

Selain itu, KJPP akan menyusun opini kewajaran atas rencana akuisisi. Kajian tersebut mencakup analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif mengenai dampak keuangan, serta berbagai faktor relevan lainnya sebelum menghasilkan kesimpulan mengenai kewajaran transaksi.

Selain akuisisi perusahaan batu bara, MEJA juga menyiapkan penambahan bidang usaha Aktivitas Perusahaan Holding dengan KBLI 64200.

Untuk rencana tersebut, KJPP akan melakukan studi kelayakan yang mencakup investigasi dan pengumpulan data, kajian ekonomi dan bisnis, legalitas, rencana investasi, pemasaran dan penjualan, pembiayaan, analisis SWOT, hingga analisis keuangan.

Pada perdagangan hari ini Kamis (1/10) saham MEJA turun 8,9 persen  ke level Rp142.

Hasil penilaian dan kajian independen tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan MEJA dalam mengevaluasi nilai, kewajaran, kelayakan, manfaat, serta risiko dari rencana aksi korporasi.

Perseroan menegaskan bahwa penunjukan KJPP masih merupakan bagian dari tahap persiapan. Pelaksanaan akuisisi dan penambahan bidang usaha akan bergantung pada hasil kajian, finalisasi struktur dan persyaratan transaksi, serta pemenuhan persetujuan dan prosedur sesuai peraturan yang berlaku.