back to top

IHSG Ditutup Pangkas Separuh Kejatuhan, Aksi Beli Mulai Masuk!

Emitentrust.com – IHSG berhasil memangkas sebagian pelemahan pada perdagangan sesi II Kamis (4/6/2026), meski tetap ditutup di zona merah.

Pada akhir perdagangan, IHSG melemah 101,28 poin atau 1,70% ke level 5.839,78. Padahal pada penutupan sesi I, indeks sempat terpuruk 206,81 poin atau 3,48% ke level 5.734,256.

Pergerakan tersebut menunjukkan adanya aksi beli di sesi kedua yang membuat IHSG mampu memangkas lebih dari separuh tekanan yang terjadi pada perdagangan pagi.

Sepanjang hari, IHSG bergerak pada rentang 5.644 hingga 5.943 setelah dibuka di level 5.941.

Meski berhasil bangkit dari level terendahnya, seluruh indeks sektoral tetap ditutup di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor perindustrian yang turun 4,07%, diikuti sektor properti dan real estate yang melemah 3,28%, serta sektor barang konsumen non-siklikal yang terkoreksi 2,36%.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 38,73 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp24,87 triliun. Sebanyak 623 saham ditutup melemah, hanya 106 saham menguat, sementara 85 saham stagnan.

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham berhasil mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan. Saham PT Ever Shine Textile Industry Tbk (ESTI) melesat 34,57% ke level 144. Kemudian PT Nusantara Inti Corpora Tbk (NZIA) melonjak 32,98% ke level 258, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 24,45% ke level 570, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menguat 18,27% ke level 110, dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 17,21% ke level 715.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terdalam dipimpin oleh PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) dan PT Samindo Resources Tbk (MYOH) yang sama-sama anjlok 15%. Disusul PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) yang turun 14,97%, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) melemah 14,93%, serta PT Boga Rasa Prima Tbk (BOGA) yang turun 14,87%.

Untuk saham dengan kenaikan nominal terbesar, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) naik Rp1.025 menjadi Rp19.000 per saham. Kemudian PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) menguat Rp475 menjadi Rp10.075 per saham dan PT Emas Antam Indonesia Tbk (EMAS) naik Rp350 menjadi Rp7.300 per saham.

Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan nominal terbesar adalah PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun Rp1.975 menjadi Rp15.300 per saham, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang melemah Rp1.075 menjadi Rp9.725 per saham, serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang turun Rp850 menjadi Rp15.550 per saham.

Dari sisi aktivitas perdagangan, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham teraktif dengan frekuensi transaksi 128.534 kali dan nilai transaksi mencapai Rp3,7 triliun. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak 85.327 kali senilai Rp1,3 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 82.292 kali dengan nilai transaksi Rp2,9 triliun.

Di kelompok saham LQ45, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjadi top loser setelah ambles 12,60%, diikuti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang turun 11,40%, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 8,50%.

Sementara saham LQ45 yang berhasil bertahan di zona hijau dipimpin oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 7,33%, diikuti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang sama-sama menguat 5,75%.

Artikel Terkait

Medco (MEDC) Setujui Dividen Rp1,42T, Cair Juli 2026

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar US$87 juta atau sekitar Rp1,42 triliun dari laba bersih tahun buku 2025.

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus Saham CTTH Mulai 5 Juni

PT Citatah Tbk (CTTH) resmi keluar dari status Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan tersebut diumumkan BEI melalui pengumuman

Emdeki (MDKI) Bagikan 66% Laba 2025 Jadi Dividen, Cum 12 Juni

PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai Rp22,77 miliar. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru