back to top

IHSG Melemah Dalam, Hanya Satu Sektor Selamat

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian kehilangan tenaga hingga penutupan perdagangan hari ini. Pada Kamis (26/3/2026), IHSG ditutup melemah 138,03 poin atau 1,89% ke level 7.164,09.

Tekanan terhadap IHSG datang dari hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI), mencerminkan sentimen negatif yang masih mendominasi pergerakan pasar.

Sektor energi menjadi pemberat utama setelah anjlok 2,91%. Pelemahan juga terjadi pada sektor perindustrian yang turun 2,79%, disusul sektor barang konsumen non-primer yang melemah 2,30% dan sektor barang baku yang turun 2,27%.

Selain itu, sektor infrastruktur terkoreksi 1,63%, teknologi melemah 1,20%, serta sektor kesehatan yang turun 0,76%. Sektor keuangan ikut tertekan 0,64%, sementara sektor properti dan real estate melemah 0,54% dan barang konsumen primer turun tipis 0,18%.

Di tengah tekanan luas tersebut, hanya sektor transportasi yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 2,96%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi mencapai 31,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp32,34 triliun. Sebanyak 380 saham melemah, 292 saham menguat, dan 148 saham stagnan.

Sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan harga antara lain UNIC yang naik Rp900 menjadi Rp11.400 per saham, RLCO yang menguat Rp575 ke Rp5.375, serta MEGA yang naik Rp400 ke Rp4.550 per saham.

Sementara itu, tekanan masih membayangi saham-saham seperti DCII yang turun Rp4.750 ke Rp200.250 per saham, TCPI melemah Rp775 ke Rp11.300, serta MLPT yang turun Rp750 ke Rp14.800 per saham.

Untuk saham teraktif, ZATA memimpin dengan frekuensi 67.689 kali senilai Rp162 miliar, diikuti Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 66.745 kali senilai Rp846 miliar, serta GIAA yang ditransaksikan 48.615 kali senilai Rp182 miliar.

Di indeks LQ45, tekanan terdalam dialami oleh Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 6,41%, disusul Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 5,48%, serta Bumi Resources Tbk (BUMI) yang terkoreksi 5,31%.

Di sisi lain, penguatan dipimpin oleh Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang melonjak 8,26%, diikuti Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 4,57%, serta Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang menguat 2,58%.

Artikel Terkait

BEI Telisik DATA soal Lonjakan Aset dan Piutang

PT Remala Abadi Tbk. (DATA) buka suara terkait lonjakan signifikan aset dan piutang lain-lain dalam laporan keuangan tahun buku 2025

DOID Siapkan Rp104M untuk Buyback Saham

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan menyiapkan dana

INDY Terbitkan Utang USD100 Juta Buat Garap Tambang Emas di Sulsel

PT Indika Energy Tbk. (INDY) resmi menerbitkan surat utang senior senilai USD100 juta dengan kupon tetap 8,75% per tahun dan jatuh tempo pada 2029.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru