back to top

Indah Prakasa Sentosa (INPS) Restrukturisasi Utang Bank Melalui Anak Usaha

EmTrust – Emiten transportasi dan perdagangan bahan bakar, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), secara resmi mengumumkan pelaksanaan restrukturisasi utang bank melalui mekanisme pengalihan kewajiban atau novasi. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan dan mendukung keberlanjutan bisnis perseroan ke depan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Sekretaris Perusahaan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk, Jerry Erfansyah, menjelaskan bahwa perseroan telah mengalihkan seluruh kewajiban utang banknya kepada anak perusahaan, yaitu PT Ekatama Raya. Restrukturisasi ini telah berlaku efektif sejak tanggal 29 Desember 2025.

“Restrukturisasi utang tersebut diperkirakan memberikan dampak positif terhadap likuiditas dan arus kas Perseroan, serta mendukung kelangsungan usaha Perseroan ke depan,” ungkap manajemen dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1).

Meskipun pengalihan utang ini merupakan transaksi dengan pihak terafiliasi mengingat PT Ekatama Raya adalah anak perusahaan langsung, manajemen menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai informasi, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang angkutan bermotor untuk barang khusus serta perdagangan bahan bakar minyak (BBM), gas (BBG), dan LPG. Melalui restrukturisasi ini, perseroan berharap dapat lebih fleksibel dalam mengelola sumber daya keuangannya untuk menunjang kegiatan operasional di sektor energi dan logistik tersebut.

Direksi perseroan juga menyatakan bahwa seluruh informasi material terkait restrukturisasi ini telah diungkapkan secara benar dan tidak ada fakta material lain yang disembunyikan dari publik maupun pemegang saham.

Artikel Terkait

Market Cap BEI Melonjak 7,18%, Tembus Rp13.189T Dalam Sepekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan perdagangan periode 13—17 April 2026 mencatat Kapitalisasi pasar melonjak 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari sebelumnya Rp12.305 triliun.

BEI Layangkan Surat ke Emiten Grup Bakrie (DEWA)

Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR),

IHSG Bangkit di Akhir Pekan, Reli Sepekan Tembus 2% Lebih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (17/4/2026), setelah sempat tertekan dalam dua hari sebelumnya. IHSG ditutup menguat 12,62 poin atau 0,17% ke level 7.634,00.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru