back to top

SIG Jajaki Peluang Global, Perkuat Inovasi dan Rantai Pasok Berkelanjutan

Emitentrust.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendorong penguatan kolaborasi global untuk mengembangkan inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan melalui ajang INTERCEM Asia 2026.

Wakil Direktur Utama SIG Andriano Hosny Panangian mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju bisnis yang lebih berorientasi pada pelanggan (customer-centric) dan bernilai tambah tinggi.

“Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem sangat besar, di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi bangunan,” kata Andriano berdasarkan keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menyebut masih terdapat 89 persen potensi bahan bangunan lain yang dapat dikembangkan seiring kebutuhan konstruksi yang terus meningkat.

Menurut dia, SIG juga memiliki kemampuan distribusi dan jaringan yang besar di industri sehingga dapat mengoptimalkan pengembangan produk turunan.

“Karena itu, SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,” ujarnya.

Andriano menekankan pentingnya peningkatan efisiensi energi agar perusahaan lebih adaptif menghadapi dinamika bisnis.

Ia menjelaskan SIG menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai dasar operasional, antara lain melalui penguatan digitalisasi serta perluasan kolaborasi dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan.

Selain inovasi produk, SIG juga memperkuat efisiensi energi dan keberlanjutan operasional melalui penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), serta pengembangan energi terbarukan, termasuk pemanfaatan panel surya dan waste heat recovery power generation (WHRPG).

Perusahaan mencatat peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77 persen pada 2025 dari sebelumnya 7,56 persen pada 2024.

SIG juga menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca cakupan 1 menjadi 561 kg CO2 per ton semen ekuivalen atau turun 21 persen dibandingkan baseline 2010.

“Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan produk bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon,” ucap Andriano.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Jumat ini Turun Rp20.000 per Gram

Harga emas Aneka Tambang pada Jumat ini turun Rp20.000 per gram sementara itu harga buyback turun Rp15.000 per gram.

Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram Kamis Ini

Harga emas Aneka Tambang pada Kamis ini (16/4) turun Rp5.000 per gram sementara itu harga buyback tidak mengalami perubahan.

Harga Emas Antam Naik Lagi Rp30.000 per Gram Rabu Ini

Harga emas Aneka Tambang pada Rabu ini naik Rp30.000 per gram sementara itu harga buyback naik Rp35.000 per gram.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru