back to top

Struktur DMMX Terkuak! Michael Steven Sebagai Pemilik Akhir

Emitentrust.com – Struktur kepemilikan saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) emiten teknologi ritel digital ini melaporkan porsi saham free float sebesar 19,27% per akhir Februari 2026 dari total 7,69 miliar saham tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah saham yang masuk kategori free float mencapai sekitar 1,48 miliar saham. Angka ini mencerminkan saham yang dimiliki investor publik di luar pengendali, afiliasi, direksi, komisaris, serta saham treasuri.

Sementara itu, komposisi pemegang saham besar di perusahaan yang terafiliasi dengan ekosistem digital milik Michael Steven tersebut masih didominasi oleh sejumlah entitas strategis.
Pemegang saham terbesar adalah PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dengan kepemilikan 27,65% saham DMMX. Disusul PT Jaya Distribusi Ritel yang menguasai 18,81%, serta investor institusi global Bank of Singapore yang menggenggam 13,89% saham.

Selain itu terdapat pula PT Soteria Wicaksana Investama dengan kepemilikan 10,25% saham.

Laporan tersebut juga mengungkap pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) di balik sejumlah pemegang saham utama.
Di antaranya:

Michael Steven sebagai UBO dari PT M Cash Integrasi Tbk melalui PT Quantum Clovera Investama Tbk.

Raymond Loho sebagai UBO PT 1 Inti Dot Com.

Yanty Mety, Augustinus Liauw, Budiasto Kusuma, Supardi Tan, dan Grace Eka sebagai pemilik manfaat dari PT Jaya Distribusi Ritel.

Martin Suharlie dan Suryandy Jahja sebagai UBO PT Soteria Wicaksana Investama.

Di sisi lain, perseroan juga masih menyimpan saham treasuri sebesar 432,87 juta saham atau sekitar 5,63% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Jumlah pemegang saham DMMX juga mengalami sedikit penurunan. Data registrasi menunjukkan jumlah investor dengan SID tercatat 8.658 nasabah pada Februari 2026, turun dari 8.736 nasabah pada bulan sebelumnya.

Manajemen DMMX menegaskan seluruh perhitungan free float telah mengikuti Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A, termasuk mengecualikan saham milik pengendali, afiliasi, manajemen, serta saham treasuri.

Artikel Terkait

RUPSLB Wika Beton (WTON) Setujui Dua Agenda Strategis, Ini Keputusannya

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 pada Jumat (10/7/2026) yang menyetujui dua agenda strategis, yakni perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun

Free Float GPSO 56,61%, Grup Tjokro Kuasai 37,63% Saham, Ini Sosok UBO

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melaporkan free float perseroan turun menjadi 56,61% pada akhir Juni 2026 dari 57,29% pada bulan sebelumnya. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru