back to top

Merdeka Gold Resources (EMAS) Siapkan Tiga Direksi Baru

Emitentrust.com – Emiten tambang emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bersiap memperkuat struktur manajemennya dengan menunjuk tiga calon direksi baru sebagai bagian dari strategi ekspansi dan peningkatan produksi emas secara berkelanjutan.

Langkah ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.

Manajemen menegaskan, penunjukan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas operasional sekaligus tata kelola perusahaan dalam menghadapi fase pertumbuhan berikutnya.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan standar tata kelola global, transparansi, dan akuntabilitas Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis (26/3).

Langkah strategis ini dilakukan di tengah momentum penting Perseroan yang kini memasuki fase produksi emas komersial. Tonggak tersebut ditandai dengan realisasi penjualan emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk pada Maret 2026.

Dengan meningkatnya permintaan emas global, penguatan manajemen dinilai krusial untuk memastikan ekspansi proyek dan fasilitas produksi berjalan optimal.

Perseroan mengusulkan tiga nama dengan latar belakang kuat di sektor operasional dan keuangan:

Nicholas John Green, yang telah bergabung sejak Mei 2022 dan saat ini menjabat General Manager. Ia berperan dalam pengembangan proyek baru serta ekspansi fasilitas operasi, yang menjadi kunci pertumbuhan jangka panjang.

Barend Johannes Nicolaas Knoetze, yang sejak November 2025 menjabat General Manager Tambang Emas Pani—salah satu proyek strategis Perseroan. Ia memiliki pengalaman luas dalam operasional tambang, termasuk sebelumnya di tambang tembaga milik PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Suryadinata Tanu, yang berpengalaman di bidang keuangan. Ia sebelumnya menjabat General Manager Finance, Accounting, and Tax di MDKA sejak 2017, dan akan berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan di tengah fase produksi yang semakin kompleks.

Tak hanya di level direksi, Perseroan juga berencana memperkuat jajaran Dewan Komisaris dengan menunjuk Xinyu Wang dan Winato Kartono sebagai Komisaris, serta Yu Gao, John Mackay McCulloch Williamson, dan Jona Widhagdo Putri sebagai Komisaris Independen.

Dengan komposisi baru ini, lebih dari setengah anggota Dewan Komisaris akan berasal dari komisaris independen, mencerminkan komitmen Perseroan terhadap tata kelola perusahaan yang lebih kuat dan transparan.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru