back to top

TP Rachmat Lepas 60,8 Juta Saham ESSA Harga Pasar, Ada Apa?

Emitentrust.com – PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) menyampaikan bahwa TP Rachmat selaku pemegang saham telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 26 Maret 2026.

Manajemen ESSA dalam keterangan tertulisnya Jumat (27/3) menyampaikan bahwa Permadi telah menjual saham ESSA sebanyak 60.822.800 lembar saham di harga Rp740-Rp775 per saham.

“Tujuan dari transaksi adalah untuk Divestasi dengan kepemilikan saham langsung,”tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham Permadi Rachmat di ESSA berkurang menjadi menjadi 981,09 juta lembar saham setara dengan 5,6951% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,04 miliar lembar saham setara dengan 6,0482%.

Sebagai informasi, Pada perdagangan hari ini Jumat (27/3), saham ESSA stagnan d level Rp750 per saham.
Dalam sepekan terakhir ESSA naik 2,04 persen dari harga Rp735 pada 16 Maret 2026. Dalam sebulan naik 17 persen dari harga Rp645pada 27 Februari 2026.

Pemilik utama PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) adalah kombinasi dari investor strategis dan individu, dengan pemegang saham terbesar per awal 2026 adalah PT Akraya International (7,84%), Theodore Permadi Rachmat (7,16%), dan Garibaldi Thohir (14,55%). Sedangkan publik menguasai porsi terbesar, mencapai sekitar 54,06%.

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) adalah perusahaan yang bergerak di bidang energi dan petrokimia, khususnya dalam pemurnian dan pengolahan gas bumi. Bisnis utamanya meliputi pengoperasian kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan produksi Amoniak.

Artikel Terkait

KIJA Ungkap Restrukturisasi Kepemilikan Anak Usaha, Ini Detailnya

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melaporkan transaksi afiliasi senilai total Rp2,16 miliar sebagai bagian dari penataan kepemilikan pada salah satu entitas anak usaha. Perseroan menegaskan transaksi tersebut tidak berdampak material

Adhi Commuter Properti (ADCP) Bebas dari Ancaman PKPU

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) terbebas dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) setelah Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan yang diajukan PT Tyang Tehnik Seisoku.

BEI Soroti Perubahan Komposisi Saham dan Arah Bisnis Remala Abadi (DATA)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam suratnya tertanggal 22 Juli 2026 meminta penjelasan PT Remala Abadi Tbk (DATA) terkait perubahan komposisi saham, pengendali dan transaksi material berupa fasilitas pinjaman dan arah bisnis.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru