Emitentrust.com – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menetapkan harga perdana dalam initial Public Offering (IPO) sebesar Rp168 per lembar. Harga tersebut dipatok dari rentang Harga Penawaran awal sebesar Rp150 – Rp170 per saham.
Dalam propektus e-IPO Kamis (2/4) disebutkan emiten sektor transportasi dan logistik ini melepas sebanyak-banyaknya sebesar 1.800.000.000 saham biasa atas nama atau 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan pada nilai nominal Rp40. Sehingga dana yang diraup dari IPO ini seniali Rp306 miliar
WBSA menggelar penawaran umum perdana mulai hari ini Kamis 2 April hingga 8 April 2026, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek OCBC Sekuritas Indonesia dan Semesta Indovest Sekuritas
Dana hasil IPO sebagian besar akan digunakan untuk ekspansi anorganik. Sekitar Rp215 miliar dialokasikan untuk mengambilalih hampir seluruh kepemilikan saham di perusahaan target, yakni 99,99% saham BIL.
Dalam skema tersebut, WBSA akan mengakuisisi sebanyak 191.250 lembar saham BIL dari BNL, menjadikan perusahaan tersebut praktis menjadi anak usaha yang sepenuhnya dikendalikan.
Hingga 30 September 2025, perseroan mencatat Pendapatan neto sebesar Rp1,54 triliun atau naik signifikan dari Rp1,19 triliun pada periode sama 2024)
Laba kotor Rp239,6 miliar meningkat dari Rp170,5 miliar, Laba sebelum pajak: Rp34,63 miliar naik tajam dari Rp6,43 miliar. Sedangkan Laba bersih hanya Rp24,39 miliar melonjak drastis dari Rp1,54 miliar.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) adalah perusahaan logistik terintegrasi yang merupakan bagian dari konglomerasi Grup Sinar Mas.


