Emitentrust.com – Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK) PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatatkan kinerja positif pada awal 2026 dengan membukukan penjualan sebesar Rp774,4 miliar atau tumbuh 15,8% secara tahunan (year-on-year/YoY). Laba bersih konsolidasi Perseroan juga meningkat 5,2% YoY menjadi Rp122,6 miliar.
Capaian tersebut memperkuat optimisme manajemen untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi sepanjang tahun ini.
CEO CLEO, Melisa Patricia, mengatakan daya beli masyarakat yang masih terjaga menjadi faktor utama yang mendukung prospek industri AMDK maupun kinerja Perseroan ke depan.
“Daya beli masyarakat yang tetap terjaga merupakan kunci pembuka bagi pintu pertumbuhan dalam industri apa pun. Perseroan juga melihat bahwa dari tahun ke tahun industri AMDK konsisten bertumbuh. Oleh karenanya, sekalipun ketidakpastian ekonomi tetap menjadi tantangan yang nyata, tetapi CLEO tetap optimistis akan tetap bisa meraih kinerja penjualan positif tahun ini,” ujar Melisa.
Menurutnya, data daya beli masyarakat hingga April 2026 yang masih tumbuh sekitar 5,61% menjadi landasan keyakinan Perseroan dalam memandang prospek usaha tahun ini.
Selain itu, industri AMDK nasional juga terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten di kisaran 5% hingga 8% per tahun. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan permintaan pasar yang tetap kuat dan berkelanjutan.
Melisa menambahkan, pertumbuhan kinerja CLEO pada kuartal pertama 2026 didorong oleh seluruh segmen bisnis Perseroan sehingga memberikan fondasi yang lebih solid untuk mempertahankan laju pertumbuhan sepanjang tahun.
“Yang membuat kami semakin optimistis dalam memandang prospek tahun ini adalah fakta bahwa pertumbuhan kinerja yang solid ini didorong seluruh segmen bisnis Perseroan,” katanya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, CLEO terus melanjutkan strategi ekspansi melalui penambahan kapasitas produksi dan inovasi produk.
Tahun ini Perseroan akan menambah kapasitas melalui tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Pabrik di Palu dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, sementara pabrik Pontianak dan Pekanbaru ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
Keberadaan pabrik-pabrik baru tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan distribusi sekaligus memperkuat penetrasi pasar Perseroan di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi inovasi produk, CLEO juga terus melakukan diversifikasi untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Perseroan akan meluncurkan produk premium terbaru, yakni Cleo Platine Water Glass 750 ml dan Cleo Platine Sparkling Water Glass 750 ml yang menyasar pasar restoran premium, hotel, serta special outlet lainnya.
“Secara konsisten kami terus melakukan ekspansi dan inovasi, bukan hanya sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan AMDK di Tanah Air. Dengan strategi yang diterapkan tersebut, kami optimistis CLEO akan dapat meraih pertumbuhan dobel digit tahun ini,” tutup Melisa.


