Emitentrust.com – PT Akasha Wira International Tbk (ADES) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp741,58 miliar. Seluruh laba tersebut akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan ekuitas Perseroan.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 Juni 2026 dan dihadiri pemegang saham yang mewakili 545,37 juta saham atau 92,45% dari total saham dengan hak suara yang sah.
Dalam agenda penggunaan laba bersih, mayoritas pemegang saham menyetujui laba tahun berjalan sebesar Rp741,58 miliar tidak dibagikan sebagai dividen, melainkan seluruhnya dialokasikan sebagai laba ditahan guna memperkuat posisi keuangan Perseroan.
Selain memutuskan tidak membagikan dividen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Perseroan menerima pengunduran diri Wihardjo Hadiseputro dari jabatan Presiden Direktur serta Nana Puspa Dewi dari posisi Komisaris.
Sebagai penggantinya, pemegang saham mengangkat Fany Soegiarto sebagai Presiden Direktur dan Hagi Yufantra sebagai Direktur. Sementara posisi Komisaris diisi oleh Rudy Hidayat.
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris ADES terdiri atas Hanjaya Limanto sebagai Presiden Komisaris, Rudy Hidayat sebagai Komisaris, dan Julianto sebagai Komisaris Independen. Adapun jajaran Direksi terdiri dari Fany Soegiarto sebagai Presiden Direktur dan Hagi Yufantra sebagai Direktur.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham juga menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait maksud dan tujuan serta kegiatan usaha. Salah satu perubahan penting adalah penambahan kegiatan usaha di bidang industri kembang gula serta penyesuaian klasifikasi usaha sesuai KBLI 2025.
Pada perdagangan hari ini Jumat (19/6) saham ADES turun 0,88 persen ke level Rp25.450 per lembar.


