back to top

Saraswanti Indoland (SWID) Bagikan Dividen Rp12M, Cek Jadwalnya

Emitentrust.com – PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp12,07 miliar dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 19 Juni 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, setiap pemegang saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp2,24 per saham. Dengan harga saham SWID pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026) di level Rp91 per saham, maka dividend yield yang ditawarkan mencapai sekitar 2,46%.

Jadwal pembagian dividen menetapkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 29 Juni 2026, sedangkan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 30 Juni 2026. Adapun tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak atas dividen ditetapkan pada 1 Juli 2026 pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 1 Juli 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 2 Juli 2026. Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen kepada para pemegang saham pada 22 Juli 2026.

Sebagai dasar pembagian dividen, SWID membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp41,02 miliar pada tahun buku 2025. Perseroan juga mencatat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp79,96 miliar dengan total ekuitas mencapai Rp275,24 miliar per 31 Desember 2025.

Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) saham SWID stagnan di level Rp91.

Artikel Terkait

BCA Naikkan Limit Transfer via myBCA Jadi Rp500 Juta per Hari

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meningkatkan batas maksimum transfer harian melalui aplikasi myBCA menjadi hingga Rp500 juta per BCA ID, mulai 12 Agustus 2026.

Saham BBSS Mendadak Ramai, BEI Minta Penjelasan Manajemen

PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas transaksi dan harga saham perseroan pada perdagangan 11 Agustus 2026.

4 Saham Masuk Radar UMA Langsung Loyo

Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai hari ini Kamis (13/8) menyoroti pergerakan saham yang dinilai tidak biasa. Kali ini, empat saham sekaligus masuk radar Unusual Market Activity (UMA), yakni PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS),

Populer 7 Hari

Berita Terbaru