back to top

BEI Soroti Perubahan Komposisi Saham dan Arah Bisnis Remala Abadi (DATA)

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam suratnya tertanggal 22 Juli 2026 meminta penjelasan PT Remala Abadi Tbk (DATA) terkait perubahan komposisi saham, pengendali dan transaksi material berupa fasilitas pinjaman dan arah bisnis.

Agus Setiono Direktur Utama DATA menjelaskan bahwa DATA memastikan perubahan komposisi pemegang saham setelah transaksi jual beli saham antara Verah Wahyudi Singgih Wong, PT iForte Solusi Infotek, dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) tidak mengubah pengendalian perseroan maupun arah strategi bisnis perusahaan.

Agus menambahkan DATA bukan merupakan pihak dalam transaksi jual beli saham yang dilakukan pada 13 Juli 2026. Karena itu, perusahaan mengaku tidak memiliki informasi mengenai latar belakang maupun pertimbangan para pihak dalam melakukan pengalihan saham tersebut.

Meski demikian, DATA menegaskan tetap berkomitmen memenuhi ketentuan free float sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A. Namun, perseroan tidak dapat memberikan tanggapan mengenai rencana kepemilikan saham para pemegang sahamnya.

Agus juga menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendali sebagaimana dimaksud dalam POJK Nomor 9 Tahun 2018. Perseroan tetap berada di bawah pengendalian PT Sarana Menara Nusantara Tbk melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).

Dengan tidak adanya perubahan pengendalian, kegiatan usaha DATA sebagai penyedia layanan internet, jaringan telekomunikasi, serta infrastruktur telekomunikasi akan tetap berjalan sesuai rencana. Perseroan tetap fokus memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, memperbesar basis pelanggan, serta memperkuat layanan telekomunikasi dan infrastruktur digital.

” DATA memastikan integrasi bisnis dengan Grup Protelindo akan terus berlanjut. Sinergi tersebut antara lain dilakukan melalui pemanfaatan jaringan fiber optik milik Grup Protelindo untuk memperluas layanan residensial maupun korporasi serta pengembangan berbagai layanan digital di masa depan, tulis Agus pada Jumat (24/7).

Dalam klarifikasinya, DATA juga meluruskan bahwa fasilitas pembiayaan dari PT Bank Permata Tbk, PT Bank QNB Indonesia Tbk, dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk diterima langsung oleh perseroan, sedangkan Protelindo hanya bertindak sebagai pemberi corporate guarantee.

Dana pinjaman akan digunakan untuk berbagai kebutuhan korporasi, terutama belanja modal (capital expenditure), refinancing pinjaman lama, dan modal kerja.

Perseroan mengungkapkan bahwa pada 15 Juli 2026 telah dilakukan pencairan dana sebesar Rp200 miliar yang digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman lama serta membiayai belanja modal. Adapun sisa fasilitas akan dicairkan sesuai kebutuhan pendanaan perusahaan.

Menurut Agus, penggunaan fasilitas pinjaman tersebut akan meningkatkan rasio utang terhadap ekuitas (DER). Namun di sisi lain, ekspansi jaringan yang dibiayai pinjaman diharapkan meningkatkan aset sekaligus mendongkrak pendapatan perseroan dalam jangka panjang.

Agus menambahkan dukungan Protelindo sebagai pengendali melalui skema corporate guarantee membuat DATA memperoleh akses pembiayaan dengan bunga yang lebih kompetitif.

Menjawab permintaan tambahan dari BEI, DATA juga mengungkap struktur kepemilikan saham perseroan.

Saat ini PT Profesional Telekomunikasi Indonesia menguasai 51% saham atau sekitar 701,25 juta saham, disusul Verah Wahyudi Singgih Wong dengan kepemilikan 29%, sementara masyarakat memiliki sekitar 20% saham.

Adapun susunan direksi DATA Agus Setiono sebagai Direktur Utama, sedangkan dewan komisaris dipimpin oleh Anita Anwar sebagai Komisaris Utama.

Sementara itu, Protelindo sendiri hampir seluruh sahamnya atau 99,9999% dimiliki oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), sehingga struktur pengendalian DATA pada akhirnya tetap berada dalam kelompok usaha Sarana Menara Nusantara.

Artikel Terkait

KIJA Ungkap Restrukturisasi Kepemilikan Anak Usaha, Ini Detailnya

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melaporkan transaksi afiliasi senilai total Rp2,16 miliar sebagai bagian dari penataan kepemilikan pada salah satu entitas anak usaha. Perseroan menegaskan transaksi tersebut tidak berdampak material

Adhi Commuter Properti (ADCP) Bebas dari Ancaman PKPU

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) terbebas dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) setelah Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak permohonan yang diajukan PT Tyang Tehnik Seisoku.

Direktur Emiten Raffi Ahmad (RANS) Tiba-Tiba Mundur, Ada Alasan?

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) emiten milik Raffi Ahmad mengumumkan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri salah satu anggota direksinya, Grandy Prajayakti, pada 22 Juli 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru