back to top

Grup Lippo (MFMI) Sepakat Ganti Komut

Emitentrust.com – Emiten grup Lippo PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk. (MFMI) telah menggelar Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 12 Februari 2026.

Rapat Umum Pemegang Saham Telah memenuhi kuorum karena dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 754.374.900 saham atau 99,577% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan, sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Senjaya Bidjaksana Direktur dan Corporate Secretary MFMI dalam keterangan tertulisnya Senin (18/2) menuturkan bahwa RUPSLB Agenda I menyetujui pengunduran diri Gregory Mark Lever dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris Perseroan, terhitung sejak ditutupnya Rapat ini.

Selanjutnya RUPSLB Mengangkat Yow Sook Ming sebagai Presiden Komisaris Perseroan mulai berlaku sejak ditutupnya Rapat ini, dan selanjutnya susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk masa jabatan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Yow Sook Ming
Komisaris: Siva Kumar K Indran
Komisaris Independen: Patricia Marina Sugondo

Direksi

Presiden Direktur: Rony Sugiarto
Direktur: Senjaya Bidjaksana
Direktur: Tonny Hartono.

Artikel Terkait

FORU Siapkan Rights Issue Rp27,1T, Ubah Arah Bisnis ke Tambang

PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) berencana melakukan transformasi bisnis besar-besaran melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I), atau rights issue, perubahan kegiatan usaha, serta transaksi material dan afiliasi.

BEI Ingatkan COCO-R Hanya Diperdagangkan Sampai 21 Juli 2026

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor bahwa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) dengan kode COCO-R akan segera berakhir masa perdagangannya.

CUAN Sebut Kantongi 19,7 Juta Saham Buyback, Belum Tentukan Jadwal Pelepasan

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melaporkan hingga 30 Juni 2026 masih memiliki 19.700.600 saham treasuri yang belum dialihkan kembali. Laporan tersebut disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari kewajiban pelaporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham

Populer 7 Hari

Berita Terbaru