back to top

BEI Kuliti Rights Issue Jumbo CBRE Rp1,9T

Emitentrust.com – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) akhirnya angkat bicara setelah mendapat permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia terkait rencana aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.

Dalam keterangannya ke bursa, CBRE menegaskan komitmennya untuk memenuhi seluruh ketentuan bursa, termasuk penyampaian prospektus final, jadwal pelaksanaan, hingga laporan hasil penjatahan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan regulator melalui sistem IDXNet.

Sorotan utama BEI tertuju pada besarnya rencana rights issue yang mencapai maksimal 12,75 miliar saham senilai Rp1,9 triliun.

CBRE menjelaskan, langkah ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha. Dana yang dihimpun akan digunakan antara lain untuk konversi utang senilai sekitar Rp924 miliar menjadi modal, belanja modal pembelian kapal, serta kebutuhan modal kerja.

Tak hanya itu, CBRE juga mengungkap rencana agresif masuk ke bisnis offshore migas dan energi. Transformasi ini akan ditopang oleh pembelian kapal jenis Anchor Handling Tug Supply (AHTS) dengan estimasi nilai sekitar USD 9 juta atau setara ratusan miliar rupiah.

“ Kapal tersebut ditargetkan mulai beroperasi maksimal 12 bulan setelah dana rights issue diperoleh, “ jawab manajemen ke BEI yang dikutip Minggu (19/4).

Menariknya, meski dalam skenario tertentu kepemilikan saham berpotensi bergeser, CBRE memastikan tidak ada perubahan pengendalian. Kendali perseroan tetap berada pada Suganto Gunawan melalui PT Omudas Investment Holdco.

BEI juga menyoroti potensi penurunan free float hingga 12,80%, di bawah batas minimum 15% sesuai aturan terbaru bursa.

Menanggapi hal ini, CBRE menyatakan siap melakukan penyesuaian bertahap, termasuk mendorong partisipasi investor publik dan opsi divestasi saham oleh pemegang saham tertentu.

Di sisi lain, harga pelaksanaan rights issue yang berada di kisaran Rp100 Rp150 per saham jauh di bawah harga pasar juga menjadi perhatian.

Manajemen menyebut strategi diskon ini merupakan praktik umum untuk meningkatkan minat investor dan memastikan keberhasilan penghimpunan dana.

Dengan berbagai langkah tersebut, CBRE optimistis rights issue ini akan menjadi titik balik untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat ekspansi bisnis ke sektor energi lepas pantai yang dinilai lebih menjanjikan.

Seperti diketahui Emiten pelayaran PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dengan potensi dana segar mencapai sekitar Rp1,9 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, CBRE berencana menerbitkan maksimal 12,76 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham.
Harga pelaksanaan rights issue diperkirakan berada pada kisaran Rp100 hingga Rp150 per lembar.

Dalam skema yang disiapkan, setiap pemegang 90 saham lama yang tercatat pada 2 Juni 2026 berhak memperoleh 253 HMETD.

Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru.

Adapun periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 4–10 Juni 2026.

Saat ini struktur pemegang saham CBRE didominasi oleh PT Omudas Investment Holdco dengan kepemilikan 61,13%, diikuti PT Republik Capital Indonesia sebesar 11,30%.

Sejumlah investor strategis disebut akan berpartisipasi melalui konversi pinjaman menjadi saham, di antaranya:

Hilong Shipping Holding Limited sekitar Rp420 miliar

PT Saga Investama Sedaya sekitar Rp210 miliar
Yafin Tandiono Tan sekitar Rp184,8 miliar

PT Superkrane Mitra Utama Tbk sekitar Rp109,2 miliar

Melalui mekanisme tersebut, sebagian kewajiban perseroan akan dikonversi menjadi ekuitas sehingga berpotensi menurunkan beban utang dan memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi hingga sekitar 73,76% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi HMETD.

Pada perdagangan Jumat (17/4) saham CBRE ditutup pada level Rp955 per lembar.Dalam sebulan terakhir CBRE naik 12,3 per lembar.

Artikel Terkait

Investor Domestik Dominan, Transaksi BEI Melonjak di Tengah Net Sell Asing

Emitentrust.com - Data perdagangan saham di PT Bursa Efek...

Strategi Investasi Direksi KEJU: Borong Saham Enam Kali dalam Sepekan

Emitentrust.com - Anggota Direksi PT Mulia Boga Raya Tbk...

Bank CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,06T, Cek Jadwalnya

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp4,06 triliun

Populer 7 Hari

Berita Terbaru