back to top

Grup Lippo (MPPA) Pastikan Tak Ada Gerai Tutup Akibat Koperasi Merah Putih

Emitentrust.com – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menyatakan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) belum memberikan dampak material terhadap bisnis maupun peta persaingan ritel modern yang dijalankan Perseroan.

Pernyataan tersebut disampaikan manajemen MPPA dalam tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait peluncuran program Koperasi Desa Merah Putih yang didasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 dan Inpres Nomor 17 Tahun 2025.

Menurut Perseroan, KDMP merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok di tingkat desa dan kelurahan. Namun, model bisnis koperasi tersebut dinilai masih berbeda dengan format usaha ritel modern yang dijalankan MPPA melalui jaringan supermarket, hypermarket, dan ekosistem ritel pendukung lainnya.

Manajemen menjelaskan bahwa hingga saat ini kehadiran KDMP belum mengubah lanskap persaingan secara signifikan karena perbedaan cakupan produk, standar operasional, sistem rantai pasok, serta pengalaman berbelanja yang ditawarkan kepada konsumen.

MPPA juga menegaskan belum menemukan dampak material terhadap wilayah operasional maupun kinerja gerainya akibat kehadiran KDMP. Perseroan menyatakan tidak ada penutupan toko atau gerai yang disebabkan secara langsung oleh pembentukan maupun peluncuran koperasi tersebut.

“Penyesuaian portofolio gerai, apabila ada, merupakan bagian dari evaluasi bisnis rutin dengan mempertimbangkan kinerja gerai, potensi pasar, struktur biaya, masa sewa, kondisi lokasi, serta strategi optimalisasi jaringan usaha Perseroan,” tulis manajemen.

Dari sisi rantai pasok, MPPA menilai keberadaan KDMP juga belum memengaruhi ketersediaan barang, harga pembelian, maupun kelancaran distribusi produk ke gerai-gerai Perseroan.

Hal tersebut didukung oleh jaringan rantai pasok yang terintegrasi serta hubungan kerja sama dengan berbagai pemasok dan distributor yang telah dibangun Perseroan secara nasional.

Meski demikian, MPPA mengaku tetap memantau perkembangan KDMP, terutama jika di masa mendatang koperasi tersebut memperluas skala usaha, pola distribusi, maupun segmen pasar yang beririsan dengan bisnis ritel modern.

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis di wilayah pedesaan, Perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain memperkuat format gerai yang lebih efisien dan fleksibel, menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen lokal, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memperkuat layanan digital dan program loyalitas pelanggan.

Selain itu, MPPA juga terus mengembangkan pendekatan omnichannel, memperkuat sinergi dengan anak usaha, serta meningkatkan efisiensi operasional guna menjaga daya saing di tengah perubahan lanskap industri ritel.

Dalam jangka panjang, Perseroan akan tetap fokus pada penguatan bisnis inti ritel modern melalui optimalisasi jaringan gerai, peningkatan kualitas layanan, pengembangan produk private label, serta penguatan ekosistem ritel terintegrasi yang mencakup distribusi, food service, dan layanan pendukung lainnya.

Manajemen menegaskan bahwa kehadiran KDMP akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pemetaan pasar, namun belum mengubah strategi ekspansi jangka menengah maupun jangka panjang Perseroan secara material.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Ambles ke Bawah Level 6.000, Seluruh Sektor Tumbang

IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks anjlok 254 poin atau 4,11% dan ditutup di level 5.941,06,

Direktur CYBR Doni Mora Jual Saham Saat Harga Naik!

Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), Doni Mora, melakukan penjualan sebagian kepemilikan sahamnya di perseroan pada 2 Juni 2026.

Direktur EMTK Yuslinda Nasution Mundur, Ini Alasannya

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mengumumkan pengunduran diri Yuslinda Nasution dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan setelah memasuki masa purna bakti.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru