Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan hingga akhir perdagangan sesi I, Selasa (30/6/2026). IHSG anjlok 141,04 poin atau 2,42% ke level 5.679,75 seiring aksi jual yang melanda hampir seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pelemahan IHSG dipicu koreksi seluruh indeks sektoral. Sektor barang baku menjadi penekan terbesar setelah merosot 4,30%, disusul sektor energi yang turun 3,31%, sektor perindustrian melemah 2,68%, sektor infrastruktur turun 2,44%, dan sektor properti serta real estate terkoreksi 2,35%.
Tekanan juga terjadi pada sektor barang konsumen non-primer yang melemah 2,23%, transportasi dan logistik turun 2,22%, sektor kesehatan terkoreksi 1,75%, sektor keuangan turun 1,69%, barang konsumen primer melemah 1,07%, sementara sektor teknologi turun 0,19%.
Aktivitas perdagangan hingga sesi I mencatat volume transaksi mencapai 12,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,52 triliun. Sebanyak 583 saham ditutup melemah, hanya 99 saham menguat, dan 110 saham bergerak stagnan.
Di kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, PKPK melonjak Rp370 menjadi Rp3.190 per saham, ARTA naik Rp270 menjadi Rp2.930 per saham, dan DATA menguat Rp90 menjadi Rp1.915 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di antaranya MLPT yang turun Rp1.000 menjadi Rp17.000 per saham, EMAS melemah Rp350 menjadi Rp5.575 per saham, dan MPRO terkoreksi Rp450 menjadi Rp8.700 per saham.
Untuk saham teraktif, BBCA memimpin dengan frekuensi transaksi sebanyak 43.787 kali senilai Rp1,2 triliun. Disusul EPAC sebanyak 32.662 kali senilai Rp52 miliar dan TPIA sebanyak 30.470 kali dengan nilai transaksi Rp350 miliar.
Pada indeks LQ45, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menjadi top loser setelah melemah 6,53%. Disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang turun 6,49% dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang terkoreksi 6,14%.
Di sisi lain, saham-saham LQ45 yang masih mampu bertahan di zona hijau dipimpin PT Indosat Tbk (ISAT) yang naik 0,86%, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menguat 0,75%, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) bertambah 0,38%.


