back to top

PPGL Minta Restu Lepas Saham JAYA Rp44,6M

Emitentrust.com- PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi besar berupa penjualan seluruh kepemilikan saham entitas anaknya didalam PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA).

Langkah ini dikategorikan sebagai transaksi material PPGL karena nilai penjualannya mencakup 90,09% dari total aset maka akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB.

Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 2 Maret 2026, nilai transaksi tersebut tergolong jumbo jika dibandingkan dengan struktur keuangan perseroan.

Mengacu pada data keuangan per 30 September 2025, transaksi ini memiliki dampak signifikan yakni 90,09% terhadap ekuitas Perseroan, 40,84% terhadap total aset serta 45,8% terhadap laba bersih dan 30,5% terhadap pendapatan usaha

Dengan persentase sebesar itu, penjualan entitas anak ini berpotensi mengubah struktur bisnis dan peta pendapatan PPGL secara drastis.

Perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam RUPS yang dijadwalkan pada 4 Maret 2026.

Untuk memastikan kewajaran transaksi, PPGL menunjuk KJPP Dasa’at, Yudistira dan Rekan dengan penilai Ivan Teguh Khristian, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.).
Laporan penilaian diterbitkan pada 27 Februari 2026 dan menyatakan transaksi tersebut wajar.

Seperti diketahui, PPGL melepaS saham JAYA sebanyak 365.597.400 lembar saham, atau setara dengan 45,79% dari modal ditempatkan dan disetor pada perusahaan tersebut.

Transaksi ini direncanakan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 122 per lembar saham, sehingga total nilai yang akan diterima Perseroan mencapai Rp 44.602.882.800.

Pada perdagangan Senin (2/3) saham JAYA ambles ARB atau turun 14,5 persen ke level Rp159 per saham

Artikel Terkait

Medco (MEDC) Setujui Dividen Rp1,42T, Cair Juli 2026

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar US$87 juta atau sekitar Rp1,42 triliun dari laba bersih tahun buku 2025.

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus Saham CTTH Mulai 5 Juni

PT Citatah Tbk (CTTH) resmi keluar dari status Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan tersebut diumumkan BEI melalui pengumuman

IHSG Ditutup Pangkas Separuh Kejatuhan, Aksi Beli Mulai Masuk!

IHSG berhasil memangkas sebagian pelemahan pada perdagangan sesi II Kamis (4/6/2026), meski tetap ditutup di zona merah.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru